garapnews.com-Jakarta – Dari mimbar Sidang Paripurna DPD RI, senator asal Riau H. Muhammad Gazali, Lc mengutuk keras serangan Israel ke Gaza, Palestina (Selasa, 31/10/2023). Hal tersebut ia sampaikan seusai membacakan hasil laporan serap aspirasi masyarakat dari hasil masa Reses.
Muhammad Gazali menyampaikan bahwa tindakan Israel yang represif dan kejam terhadap warga palestina sudah tidak bisa ditolerir.
“Agresi Israel di jalur Gaza telah menimbulkan banyak korban. Pemboman tanpa henti yang dilakukan Israel laknatullah terhadap wilayah Palestina meluluh lantakkan gedung-gedung dan banyak meregang nyawa warga sipil,” pungkasnya.
“Bahkan terbaru, Israel melakukan pengeboman kepada warga Gaza, Palestina, menggunakan bom fosfor putih atau white phosphorus,” imbuhnya.
Penggunaan bom fosfor putih ini padahal sudah dilarang oleh PBB. Hal ini tercantum dalam Resolusi PBB Tahun 1972, yang mengkategorikan bom ini menjadi senjata dengan dampak mengerikan.
Serangan tersebut terjadi di tengah desakan badan PBB yang memberikan bantuan kepada warga sipil Palestina di Gaza, mengatakan serangan Israel harus segera dihentikan. Krisis kemanusiaan akan memburuk seiring tidak ada bahan bakar yang mencapai wilayah itu di tengah kebutuhan yang sangat besar akan tempat tinggal, air, makanan dan layanan medis.
Associated Press (AP) melaporkan korban tewas akibat gempuran Israel ke Jalur Gaza bertambah menjadi 8.306 orang per Senin (30 Oktober 2023). Lebih dari 20 ribu orang lainnya terluka akibat gempuran Israel sejak 7 Oktober lalu. Bahkan, dari jumlah tersebut, menurut laporan Organisasi Save the Children lebih dari 3.324 anak-anak tewas.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mengambil sikap tegas, mengutuk keras serangan Israel secara brutal ke rakyat Palestina. Presiden Republik Indonesia mengatakan, Indonesia terus mengikuti perkembangan situasi Gaza, Palestina usai dibombardir Israel secara masif mulai awal Oktober.
“Posisi Indonesia sangat jelas dan tegas, mengutuk keras serangan acak terhadap masyarakat sipil dan fasilitas sipil di Gaza,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya, Senin (30/10/2023).
















