garapnews.com-Pekanbaru-Persiapan memasuki masa pensiun hendaknya direncanakan sejak jauh hari. Terlebih lagi bagi tipe orang yang terbiasa super aktif.Rayendra salah satu pegawai BUMN yang bertugas di PT PLN (Persero) UID RKR saat ini terbilang sukses dalam hal membangun bisnis untuk menghadapi masa pensiun yang sudah di depan mata.
Hal semacam ini bapak Rayendra mulai 4 – 5 tahun sebelum memasuki masa purnabakti (pensiun).Beliau merencanakan atau merintis bisnis sesuai dengan bidang yang diminati.Semua usaha yang beliau mulai semuanya dari nol.Diantara usaha nya yaitu Jual beli mobil,Ternak ayam,sampai jasa transportasi.

Tidak tanggung- tanggung bapak Rayendra juga sudah mendirikan beberapa usaha di antaranya:
1.showroom mobil “Rayen Ra auto Car’s” usaha ini menjual mobil baru & bekas.
2.Ternak ayam petelur ” Rayen Ra Farm” usaha ini khusus ternak ayam pedaging dan petelur ayam kampung dan saat ini berjumlah hampir 5000 ekor.
3.Rental mobil dan Wisata ” Rayen Ra Wisata Ceria”usaha ini melayani jasa transportasi dan paket wisata.
Beberapa bisnis Beliau sudah berjalan dengan sukses.Yaitu usaha jasa transportasi yang bernama “Rayen Ra Wisata Ceria ” usaha ini melayani paket wisata dengan mobil jenis minibus Innova,Hiace.Usaha ini juga sampai merambah ke penjuru Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)tepatnya di daerah wisata Labuhan Bajo.
Semua usaha ini beliau bangun untuk menghadapi masa pensiun yang tinggal menghitung hari.Bukan untuk berbangga-bangga ataupun pamer,tapi hal ini beliau lakukan murni hanya untuk masa depan di hari tua.
Pasalnya tidak sedikit mantan Pegawai BUMN ataupun PNS yang tingkat kesejahteraan hidupnya menurun lantaran memasuki masa pensiun.
“Beruntung bagi orang yang memiliki hobi tertentu atau keahlian professional,tipe orang seperti ini biasanya lebih mudah menyesuaikan diri dalam menghadapi hari-hari tua”tutur Rayendra pada awak media garapnews.com pada Jum’at 13/01/2023.
“Kerjakan dulu baru pikirkan, eksekusi dulu baru evaluasi ” tutur nya Rayendra singkat.
Menurut Rayendra kesuksesan seseorang terlihat dari tingkat keseriusan dalam berusaha. Seorang pejabat pemerintah bukan jaminan setelah pensiun tingkat kesejahteraannya dapat terus bertahan.Sebaliknya tidak jarang seorang mantan staf dalam menjalani purnabakti pada akhirnya terbilang sukses.
Sehingga dalam menjalani pensiunannya tingkat kehidupannya lebih sejahtera ketimbang saat menjadi pegawai BUMN.
Masa pensiun, ujar Rayendra yang juga pengusaha jual beli mobil baru dan bekas,ia menambahkan seharusnya orang yang sudah pensiun beban hidupnya lebih ringan. Karena sudah terbebas dari belenggu pekerjaan yang sarat menyita waktu. Ironisnya, ditengah masyarakat kita pada umumnya tidak demikian.
Justru mereka (mantan pegawai BUMN-red) malah dibebani pikiran yang berat. Dia mencontohkan seorang mantan pegawai BUMN ketika memasuki purnabakti namun menanggung biaya hidup putra-putrinya.
“Dia menderita karena menanggung beban berat yang seharusnya sudah berlalu” ungkap Rayendra
Survey menyebutkan 80 persen masyarakat belum siap memasuki masa pensiun. Kendalanya, bila harus mengandalkan dana tabungan pensiun (TASPEN) jelas tidak memadai. Hal itu menunjukkan bahwa kesiapan baru sebatas individual, namun belum dibarengi dengan kesiapan dari kebijakan pemerintah.
Sejalan hal tersebut, Rayendra menghimbau para pensiunan dan mantan purnabakti perlu memahami ilmu kecerdasan finansial, yakni mengelola keuangan keluarga yang lebih baik.
















