garapnews.com-Pekanbaru- Di tengah terpuruknya prekonomian akibat dampak Pandemi Covid 19,Rayendra salah satu pegawai BUMN di PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri membangun pondasi bisnis menjelang pensiun.Bisnis nya yaitu ternak ayam jenis Elba.
Ternak ayam yang sudah berjalan 5 tahun ini menghasilkan 2500 telur ayam jenis Elba.Lokasi ternak saat ini di jalan Garuda sakti KM 9, Pekanbaru.
Rayendra optimis usaha ternak ayam nya berkembang apalagi menjelang masa pensiun yang sudah di depan mata.Untuk pemasaran telur hasil ternak ayam jenis Elba sudah ada langganan setiap hari nya.
“Sukses menjelang pensiun itu harus dan lebih produktif lagi”ujar Rayendra

Jenis ayam Elba ini beliau pesan langsung dari Jawa Timur.Ayam Elba merupakan strain ayam kampung terbaru yang mempunyai beberapa keunggulan, antara lain usia 4,5 – 5 bulan sudah mulai belajar bertelur, tidak mengerami telurnya, mampu bertelur hingga 300 butir per tahun, ukuran telur lebih besar dari telur ayam kampung biasa, kebutuhan pakan yang sedikit hanya 70 gram per ekor per hari sehingga sangat hemat secara ekonomi.
Dari pengamatan pak Rayendra, ayam Elba mempunyai ciri tersendiri yaitu rata-rata berat badan dewasa hanya 1,1 kg untuk betina dan 1,3 kg pejantan.
Bentuk badan tidak bulat atau mbotol dalam istilah jawa yakni ramping. Ciri khas lain ialah keberagaman bulu dengan warna coklat muda, putih, coklat tua dan kuning keemasan.Hampir semua ayam Elba memiliki cakar dan paruh berwarna kuning layaknya ras kampung asli dan ditandai dengan cakar yang tidak berbulu atau simbar.
Telur yang dihasilkan menyerupai telur ayam kampung dengan berat telur yang dihasilkan di usia muda 58-60 gram dan berwarna cangkang putih. Pada usia 4 bulan, ayam Elba sudah masuk usia produktif, dengan puncak produksi ayam ini diusia 2 tahun dan produksi telur akan berangsur-angsur menurun.
Ayam Elba ini setiap ekor mampu menghasilkan telur 300 butir per tahun. Presentase produksi diantara 80-85%. Dalam perhitungan konfersi biaya pakan dan hasil, cukup menguntungkan.
















