GARAPNEWS.COM, PEKANBARU – Akhir Desember tahun 2020 ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menargetkan pemekaran kecamatan di antaranya Kecamatan Tampan, Tenayan Raya, Rumbai dan Rumbai Pesisir sudah selesai dilaksanakan.
Walikota Pekanbaru, DR. H. Firdaus, ST. MT mengungkapkan, untuk Kecamatan Tampan dimekarkan menjadi dua kecamatan yaitu Kecamatan Tuah Madani dan Bina Widya.
“Nama Kecamatan Tampan sendiri dihapus, karena sebenarnya nama Tampan itu berasal dari Kelurahan Tampan yang ada di pinggiran Sungai Siak,” ucapnya,
Nama Kecamatan Tuah Madani, diambil berdasarkan diskusi dengan tokoh masyarakat yang merupakan simbol perguruan tinggi kampus UIN Suska Riau. UIN Suska Riau menyebut nama kampus tersebut sebagai Kampus Madani.
“Kecamatan Bina Widya, di dalam wilayahnya juga ada kampus yakni Universitas Riau (UNRI). UNRI ini menyebut nama kampusnya Bina Widya. Jadi kita ambil nama kampusnya sebagai nama kecamatan baru,” ungkap Walikota.
Untuk Kecamatan Tenayan Raya juga dimekarkan menjadi dua kecamatan. Dimana satu kecamatan tambahan bernama Kecamatan Kulim.
“Jadi nama Kecamatan Tenayan Raya tetap terdiri dari 13 Kelurahan, sedangkan 5 (lima) Kelurahan ditetapkan untuk Kecamatan baru yang diberi nama Kecamatan Kulim. Kulim ini adalah nama yang lebih populer dan nama lama di wilayah ini sebelum adanya nama Tenayan. Dari tahun 70-an, semua orang menyebut wilayah ini Kulim,” jelas Walikota.
Sementara Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir dipecah menjadi tiga Kecamatan di antaranya Kecamatan Rumbai, Rumbai Barat dan Rumbai Timur.
“Kecamatan Rumbai tetap menjadi Kecamatan Induk karena posisinya di tengah-tengah. Tambahannya Kecamatan Rumbai Barat dan Rumbai Timur,” ucap walikota.
Dengan adanya pemekaran tersebut, Kota Pekanbaru memiliki 15 (Lima Belas) kecamatan nantinya. “Dari 12 saat ini, ditambah 3 kecamatan baru, maka total menjadi 15,” tutup walikota. (Sumber:pekanbaru.go.id).
















